<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatanku &#187; Reflection</title>
	<atom:link href="http://www.x-sun.web.id/category/reflection/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.x-sun.web.id</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 09:58:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Mencari Rahasia Kebahagiaan</title>
		<link>http://www.x-sun.web.id/2011/10/mencari-rahasia-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://www.x-sun.web.id/2011/10/mencari-rahasia-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 21:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x-sun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.x-sun.web.id/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemilik toko menyuruh anaknya pergi mencari rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana di dunia. Anak itu melintasi padang pasir selama empat puluh hari, dan akhirnya tiba di sebuah kastil yang indah, jauh tinggi di puncak gunung. Di sanalah orang bijak itu tinggal. &#8220;Namun ketika dia memasuki aula kastil itu, si anak muda bukannya menemukan ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pemilik toko menyuruh anaknya pergi mencari rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana di dunia. Anak itu melintasi padang pasir selama empat puluh hari, dan akhirnya tiba di sebuah kastil yang indah, jauh tinggi di puncak gunung. Di sanalah orang bijak itu tinggal.</p>
<p> &#8220;Namun ketika dia memasuki aula kastil itu, si anak muda bukannya menemukan orang bijak tersebut, melainkan melihat kesibukan besar di<br />
 dalamnya: para pedangang berlalu-lalang, orang-orang bercakap-cakap di sudut-sudut, ada orkestra kecil sedang memainkan musik lembut dan ada meja yang penuh dengan piring-piring berisi makanan-makanan paling enak di belahan dunia tersebut. Si orang bijak berbicara dengan setiap orang dan anak muda itu harus menunggu selama dua jam. Setelah itu, barulah tiba gilirannya.</p>
<p> &#8220;Si orang bijak mendengarkan dengan seksama saat anak muda itu menjelaskan maksud kedatangnnya, namun dia mengatakan sedang tidak punya waktu untuk menjelaskan rahasia kebahagiaan. dia menyarankan anak muda itu melihat-lihat sekeliling istana, dan kembali kesini dua jam lagi.</p>
<p> &#8220;Sementara itu, aku punya tugas untukmu,&#8217;kata si orang bijak.<br />
 Diberikannya pada si anak muda sendok teh berisi dua tetes minyak.<br />
 &#8216;Sambil kau berjalan-jalan bawa sendok ini, tapi jangan sampai minyaknya tumpah.&#8217;</p>
<p> &#8220;Anak muda itu pun mulai berkeliling-keliling naik turun sekian banyak tangga istana, sambil matanya tertuju pada sendok yang dibawanya.<br />
 Setelah dua jam, dia kembali ke ruangan tempat orang bijak itu berada.</p>
<p> &#8220;Nah,&#8217;kata si orang bijak,&#8217;apakah kau melihat tapestri-tapestri Persia yang tergantung di ruang makanku? Bagaimana dengan taman hasil karya ahli taman yang menghabiskan sepuluh tahun untuk menciptakannya? Apa kau juga melihat perkamen-perkamen indah di perpustakaanku?&#8217;</p>
<p> &#8220;Anak muda itu merasa malu. Dia mengakui bahwa dia tidak sempat melihat apa-apa. Dia terlalu terfokus pada usaha menjaga minyak di sendok itu supaya tidak tumpah.</p>
<p> &#8220;Kalau begitu, pergilah lagi berjalan-jalan, dan nikmatilah keindahan- keindahan istanaku,&#8217;kata si orang bijak. &#8216;Tak mungkin kau bisa mempercayai seseorang, kalau kau tidak mengenal rumahnya.&#8217;</p>
<p> &#8220;Merasa lega, anak muda itu mengambil sendoknya dan kembali menjelajahi istana tersebut, kali ini dia mengamati semua karya seni di langit-langit dan tembok-tembok. Dia menikmati taman-taman, gunung- gunung di sekelilingnya, keindahan bunga-bunga, serta cita rasa yang terpancar dari segala sesuatu di sana. Ketika kembali menghadap orang bijak itu, diceritaknnya dengan mendetail segala pemandangan yang telah dilihatnya.</p>
<p> &#8216;Tapi di mana tetes-tetes minyak yang kupercayakan padamu itu?&#8217; tanya si orang bijak.</p>
<p> &#8220;Si anak muda memandang sendok di tangannya, dan menyadari dua tetes minyak itu sudah tidak ada.</p>
<p> &#8220;Nah, hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan untukmu,&#8217;kata orang paling bijak itu. &#8216;Rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan di dunia ini, tanpa pernah melupakan tetes-tetes minyak di sendokmu.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>apa itu reflection</li><li>orang bijak adalah</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.x-sun.web.id/2011/10/mencari-rahasia-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>If You Love Someone</title>
		<link>http://www.x-sun.web.id/2008/08/if-you-love-someone/</link>
		<comments>http://www.x-sun.web.id/2008/08/if-you-love-someone/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 10:48:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x-sun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.x-sun.web.id/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Here are times in life&#8230; When the person you will love, For the rest of your life. Walks into your life. Sometimes, just sometimes&#8230; You hurt that person, You push them away. Not meaning to, But you do. Because you do this&#8230; You lose that person, They walk away. At times&#8230; You are afraid, To ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Here are times in life&#8230;<br />
When the person you will love,<br />
For the rest of your life.<br />
Walks into your life.</p>
<p>Sometimes, just sometimes&#8230;<br />
You hurt that person,<br />
You push them away.<br />
Not meaning to,<br />
But you do.</p>
<p><span id="more-57"></span><br />
Because you do this&#8230;<br />
You lose that person,<br />
They walk away.</p>
<p>At times&#8230;<br />
You are afraid,<br />
To go on, after this.<br />
But what choice do you have?</p>
<p>All you can do&#8230;<br />
Is hope that one day,<br />
If that person really was the one.<br />
You will meet again.</p>
<p>And if, just by chance&#8230;<br />
You get that second chance,<br />
Remember the past.<br />
Learn from your mistakes,<br />
And never let them happen again.</p>
<p>And by doing this&#8230;<br />
You will find out,<br />
That a lifetime of happiness awaits.<br />
If kisses were water, I&#8217;d give u a sea,<br />
If hugs were leaves, I&#8217;d give u a tree,<br />
If spaces were love, I&#8217;d give eternity,<br />
And if u are true and sincere to me,<br />
I&#8217;ll keep all my love just for thee.</p>
<p>And every morning when you open your eyes,<br />
Tell yourself that it is special.</p>
<p>Every day, every minute,<br />
Every second is a gift from God.<br />
You&#8217;ve got to dance like nobody&#8217;s watching,<br />
And love like it&#8217;s never going to hurt.</p>
<p>People say true friends must always hold hands,<br />
But true friends don&#8217;t need to hold hands<br />
Because they know the other<br />
Hand will always be there.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.x-sun.web.id/2008/08/if-you-love-someone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ajari Aku Memeluk Landak</title>
		<link>http://www.x-sun.web.id/2008/07/ajari-aku-memeluk-landak/</link>
		<comments>http://www.x-sun.web.id/2008/07/ajari-aku-memeluk-landak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 13:57:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x-sun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.x-sun.web.id/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Yulia menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Yulia masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan, tidak dia gubris. Pukul 18.30. Tinnn&#8230; Tiiiinnnnn.. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yulia menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah.</p>
<p>Belum ada.</p>
<p>Yulia masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi.</p>
<p>Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya<br />
berulang kali untuk makan duluan, tidak dia gubris.</p>
<p>Pukul 18.30. Tinnn&#8230; Tiiiinnnnn.. .!! Yulia kecil melompat girang!</p>
<p>Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dia cintai itu masuk ke rumah.</p>
<p><span id="more-55"></span><br />
Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu mengempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Yulia juga, yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil,<br />
Yulia cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang.</p>
<p>&#8220;Mama, mama&#8230;. Mama, mama&#8230;.&#8221; Yulia menggerak-gerakkan tangan.<br />
&#8220;Mama&#8230;.&#8221; Mama diam saja. Dengan cemas Yulia bertanya, &#8220;Mama sakit ya?<br />
Mana yang sakit? Mam, mana yang sakit?&#8221;</p>
<p>Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata.</p>
<p>Yulia makin gencar bertanya, &#8220;Mama, mama&#8230; mana yang sakit? Yulia ambilin obat ya? Ya? Ya?&#8221;</p>
<p>Tiba-tiba&#8230; &#8220;Yulia!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!&#8221;<br />
Mama membentak dengan suara tinggi.</p>
<p>Kaget&#8230;!!<br />
Yulia mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung.</p>
<p>Yulia salah apa? Yulia sayang Mama&#8230; Yulia salah apa? Takut-takut, Yulia menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Yulia terus bertanya-tanya: Mama, Yulia salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Yulia? Yulia<br />
mengganggu Mama?Yulia tidak boleh sayang Mama, ya? Berbagai peristiwa sejenis terjadi.</p>
<p>Dan otak kecil Yulia merekam semuanya. Maka tahun-tahun berlalu. Yulia tidak lagi kecil. Yulia bertambah tinggi. Yulia remaja. Yulia mulai beranjak menuju dewasa.</p>
<p>Tin.. Tiiinnn&#8230; ! Mama pulang. Papa pulang. Yulia menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan.</p>
<p>&#8220;Yulia mana?&#8221;<br />
&#8220;Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.&#8221;</p>
<p>Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku?</p>
<p>Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua!<br />
Tidak seperti jaman dulu.</p>
<p>Di atas, Yulia mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat di mana ia tidak akan terluka. &#8220;Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?&#8221;</p>
<p>dari milis tetangga</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.x-sun.web.id/2008/07/ajari-aku-memeluk-landak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Kopi</title>
		<link>http://www.x-sun.web.id/2008/07/cerita-kopi/</link>
		<comments>http://www.x-sun.web.id/2008/07/cerita-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 13:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x-sun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.x-sun.web.id/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Dari milis tetangga: Sekelompok alumni satu Universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi seorang profesor tua yang dahulu mengajar mereka. Percakapan berjalan dan segera mengarah pada keluhan tentang tekanan-tekanan dalam pekerjaan dan kehidupan mereka. Sambil menawari kopi sang profesor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari milis tetangga:</p>
<p>Sekelompok alumni satu Universitas yang telah mapan<br />
dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi<br />
seorang profesor tua yang dahulu mengajar mereka.</p>
<p>Percakapan berjalan dan segera mengarah pada keluhan<br />
tentang tekanan-tekanan dalam pekerjaan dan kehidupan<br />
mereka.</p>
<p><span id="more-54"></span><br />
Sambil menawari kopi sang profesor pergi ke dapur dan<br />
kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir<br />
berbagai jenis &#8211; dari porselin, plastik, gelas,<br />
kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas<br />
mahal dan beberapa lainnya sangat indah &#8211; dan<br />
mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang<br />
sendiri kopi mereka.</p>
<p>Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di<br />
tangan, profesor itu mengatakan: &#8220;Jika kalian<br />
perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah<br />
diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang<br />
murah saja.  Meskipun normal bagi kalian untuk<br />
mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi<br />
sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan<br />
tekanan yang kalian alami.&#8221;</p>
<p>&#8220;Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi<br />
kualitas kopi.  Dalam banyak kasus, cangkir hanyalah<br />
lebih mahal dalam hal harga dan terkadang cangkir<br />
malah menyembunyikan apa yang kita minum.  Apa yang<br />
kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah<br />
cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil<br />
cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan<br />
cangkir orang lain.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sekarang perhatikan hal ini: Kehidupan bagai kopi,<br />
sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat<br />
adalah cangkirnya.  Cangkir bagaikan alat untuk<br />
memegang dan mengisi kehidupan.  Jenis cangkir yang<br />
kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti<br />
kualitas kehidupan yang kita hidupi.  Seringkali,<br />
karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal<br />
untuk menikmati kopi yang disediakan bagi kita.&#8221;</p>
<p>Kita memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya.  Jadi<br />
nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya.</p>
<p>Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting<br />
dibanding pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda<br />
membatasi diri dan mengendalikan hidup anda, anda<br />
menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat<br />
perubahan keadaan.  Pekerjaan akan datang dan pergi,<br />
namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai<br />
manusia.  Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan<br />
dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.x-sun.web.id/2008/07/cerita-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Segala Sesuatu Yang Berputar Selalu Berputar</title>
		<link>http://www.x-sun.web.id/2008/07/segala-sesuatu-yang-berputar-selalu-berputar/</link>
		<comments>http://www.x-sun.web.id/2008/07/segala-sesuatu-yang-berputar-selalu-berputar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 13:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x-sun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.x-sun.web.id/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Bryan hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri dipinggir jalan itu, tetapi dalam cahaya berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Pontiacnya di depan mobil Mercedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya. Walaupun dengan wajah tersenyum wanita itu tetap merasa khawatir, karena setelah menunggu beberapa ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bryan hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri dipinggir jalan itu, tetapi dalam cahaya berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu  membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Pontiacnya di depan mobil Mercedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.</p>
<p>Walaupun dengan wajah tersenyum wanita itu tetap merasa khawatir, karena setelah menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya.</p>
<p>Apakah lelaki itu bermaksud menyakitinya?</p>
<p><span id="more-53"></span><br />
Lelaki tersebut penampilannya tidak terlalu baik, ia kelihatan begitu memprihatinkan. Wanita itu dapat merasakan kalau dirinya begitu ketakutan, berdiri sendirian dalam cuaca yang begitu dingin, sepertinya lelaki tersebut tau apa yang ia pikirkan. Lelaki itu berkata &#8221; saya kemari untuk membantu  anda bu, kenapa anda tidak menunggu didalam mobil bukankah disana lebih hangat? oh ya nama saya Bryan.</p>
<p>Bryan masuk kedalam kolong mobil wanita itu untuk memperbaiki yang rusak.</p>
<p>Akhirnya ia selesai, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan lelah, wanita itu membuka kaca jendela mobilnya dan berbicara kepadanya, ia berkata bahwa ia dari st louis dan kebetulan lewat jalan ini. Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.</p>
<p>Wanita itu berkata berapa yang harus ia bayar, berapapun jumlahnya yang ia minta tidak menjadi masalah, karena ia membayangkan apa yang akan terjadi jika lelaki tersebut tidak menolongnya. Bryan hanya tersenyum.</p>
<p>Bryan tidak mengatakan berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya menolong orang bukanlah suatu pekerjaan. Ia yakin apabila menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan tanpa suatu imbalan suatu hari nanti Tuhan pasti akan membalas amal perbuatanya.</p>
<p>Ia berkata kepada wanita itu &#8221; Bila ia benar-benar ingin membalas jasanya, maka apabila suatu saat nanti apabila ia melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut &#8220;&#8230;dan ingatlah pada saya&#8221;.</p>
<p>Bryan menunggu sampai wanita itu menstater mobilnya dan menghilang dari pandangan.</p>
<p>Setelah berjalan beberapa mil wanita itu melihat kafe kecil, lalu ia mampir kesana untuk makan dan beristirahat sebentar. Pelayan datang dan memberikan handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita itu memperhatikan sang pelayan yang sedang hamil, dan masih begitu muda. Lalu ia teringat kepada Bryan</p>
<p>Setelah wanita itu selesai makan dan, sang pelayan sedang mengambil  kembalian untuknya, wanita itu pergi keluar secara diam-diam.</p>
<p>Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung kemana wanita itu pergi, lalu ia menemukan secarik kertas diatas meja dan uang $1000. Ia begitu terharu setelah membaca apa yang ditulis oleh wanita itu:</p>
<p>&#8220;Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong  saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan:</p>
<p>&#8220;Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang&#8221;.</p>
<p>Malam ketika ia pulang dan pergi tidur, ia berfikir mengenai uang dan  apa yang di tulis oleh wanita itu.</p>
<p>Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan uang untuk menanti kelahiran bayinya?</p>
<p>Ia tau bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang terbaring disebelahnya dan memberikan ciuman yang lembut sambil berbisik :&#8221;semuanya akan baik-baik saja, I Love You Bryan&#8221;</p>
<p>&#8220;Segala sesuatu yang berputar akan selalu berputar&#8221;,<br />
therefore, don&#8217;t  ever to stop to do good things in your life..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.x-sun.web.id/2008/07/segala-sesuatu-yang-berputar-selalu-berputar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Membuat Kita Besar</title>
		<link>http://www.x-sun.web.id/2008/07/yang-membuat-kita-besar/</link>
		<comments>http://www.x-sun.web.id/2008/07/yang-membuat-kita-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 13:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x-sun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.x-sun.web.id/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Yang Membuat Kita Besar Barry Spilchuk Dengan perasaan bangga, saya dan Karen dijadikan &#8220;Tokoh Orangtua&#8221; untuk sehari di kelas taman kanak-kanak Michael, anak lelaki kami. Ia mengajak kami berkeliling kelas, berkenalan dengan semua temannya. Kami ikut dalam aktivitas mereka, memotong dan menggunting lalu merekatkan, begitu pula menjahit; lumayan lama juga kami ikut bermain-main di bak ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang Membuat Kita Besar</p>
<p>Barry Spilchuk</p>
<p>Dengan perasaan bangga, saya dan Karen dijadikan &#8220;Tokoh Orangtua&#8221; untuk sehari di kelas taman kanak-kanak Michael, anak lelaki kami. Ia mengajak kami berkeliling kelas, berkenalan dengan semua temannya. Kami ikut dalam aktivitas mereka, memotong dan menggunting lalu merekatkan, begitu pula<br />
menjahit; lumayan lama juga kami ikut bermain-main di bak pasir. Bukan main ramainya!</p>
<p>&#8220;Ayo, sekarang duduk membentuk lingkaran!&#8221; seru ibu guru. &#8220;Kita akan bercerita.&#8221;</p>
<p>Karena tidak ingin kelihatan aneh di mata anak-anak, saya dan Karen ikut &#8220;membentuk lingkaran&#8221; bersama teman-teman baru kami. Setelah selesai menuturkan cerita tentang &#8220;besar&#8221;, ibu guru bertanya kepada anak-anak yang asyik mendengarkan selama ia bercerita, &#8220;Apa yang membuat kalian merasa besar?&#8221;</p>
<p>&#8220;Serangga membuat aku merasa besar,&#8221; teriak salah seorang anak.</p>
<p>&#8220;Semut,&#8221; seru anak lainnya.</p>
<p><span id="more-52"></span><br />
&#8220;Nyamuk,&#8221; kata seorang anak lagi.</p>
<p>Ibu guru agak kewalahan menghadapi anak-anak yang berebutan menjawab. Untuk mengatasinya, ia memanggil anak-anak yang mengacungkan tangan. Sambil<br />
menunjuk seorang anak perempuan, ia bertanya,<br />
&#8220;Ya, sayang, apa yang membuatmu merasa besar?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ibuku,&#8221; begitulah jawab anak itu.</p>
<p>&#8220;Bagaimana ibumu membuatmu merasa besar?&#8221; tanya bu guru dengan heran.</p>
<p>&#8220;Gampang saja,&#8221; kata anak perempuan itu. &#8220;Bila ia memelukku dan bilang aku sayang padamu, Jessica!&#8221;</p>
<p>(Barry Spilchuk, &#8220;A Cup of Chicken Soup for the Soul&#8221;, Jack Canfield, Mark<br />
Victor Hansen and Barry Spilchuk)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.x-sun.web.id/2008/07/yang-membuat-kita-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Lessons</title>
		<link>http://www.x-sun.web.id/2008/07/3-lessons/</link>
		<comments>http://www.x-sun.web.id/2008/07/3-lessons/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 13:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x-sun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.x-sun.web.id/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Cerita 1 Seekor gagak bertengger diatas semua pohon, tidak melakukan apapun sepanjang hari. Seekor kelinci kecil melihat gagak itu dan bertanya, &#8220;Bisakah aku juga duduk bersantai seperti kamu dan tidak melakukan apapun sepanjang hari?&#8221; Gagak itu menjawab: &#8220;Tentu, kenapa tidak.&#8221; Kemudian, kelinci itu duduk di bawah pohon tempat gagak tersebut bertengger dan beristirahat. Tiba-tiba datanglah ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita 1</p>
<p>Seekor gagak bertengger diatas semua pohon, tidak melakukan apapun sepanjang hari.<br />
Seekor kelinci kecil melihat gagak itu dan bertanya, &#8220;Bisakah aku juga duduk bersantai seperti kamu dan tidak melakukan apapun sepanjang hari?&#8221;<br />
Gagak itu menjawab: &#8220;Tentu, kenapa tidak.&#8221;<br />
Kemudian, kelinci itu duduk di bawah pohon tempat gagak tersebut bertengger dan beristirahat.<br />
Tiba-tiba datanglah seekor srigala, menerkam si kelinci dan memakannya.</p>
<p>Lesson 1: To be sitting and doing nothing you must be sitting very, very high up.<br />
(Untuk duduk bersantai dan tidak melakukan apapun, kamu harus pada posisi tinggi, sangat tinggi sekali)</p>
<p><span id="more-50"></span><br />
Cerita 2<br />
Seekor kalkun berbicara dengan kerbau<br />
&#8220;Saya sangat berharap untuk dapat mencapai puncak pohon itu,&#8221; Kata si kalkun, &#8220;tapi saya tidak mempunyai cukup energi untuk memanjat kesana.&#8221;<br />
&#8220;Hmm&#8230;, kenapa kamu tidak mematuk sedikit dari kotoranku?&#8221; jawab si kerbau. &#8220;Kotoranku mengandung banyak nutrisi.&#8221;<br />
Kalkun mencoba kotoran sapi tersebut dan merasakan kalau kotoran itu memberikannya cukup energi untuk mencapai cabang pohon yang pertama.<br />
Besoknya, setelah memakan lebih banyak kotoran, dia mencapai cabang yang kedua.<br />
Akhirnya setelah empat hari, dengan bangganya kalkun tersebut bertengger di puncak pohon tersebut.<br />
Tiba-tiba kalkun tersebut jatuh ke tanah, tertembak oleh petani yang telah mengintainya sejak beberapa hari.</p>
<p>Lesson 2: Bullshit might get you to the top, but it won&#8217;t keep you there.<br />
(kebohongan mungkin akan menempatkan kamu di atas, tapi tidak akan mempertahankan kamu disana)</p>
<p>Cerita 3<br />
Seekor burung kecil sedang melakukan terbang musim dinginnya ke selatan.<br />
Cuaca saat itu sangat dingin,  burung tersebut membeku dan jatuh ke hamparan lahan yang sangat luas.<br />
Saat burung itu terbaring tidak berdaya, lewatlah seekor kerbau dan menjatuhkan kotoran diatas burung tersebut.<br />
Burung yang sedang sekarat itu tiba-tiba mulai sadar dan merasakan kotoran sapi yang menghangatkan tubuhnya.<br />
Dia tetap berbaring di dalam kotoran sapi untuk melindungi dirinya dari dinginnya cuaca di luar. Burung tersebut telah pulih sepenuhnya dan merasa bahagia sehingga dia bernyanyi dengan riang.<br />
Seekor kucing lewat dan mendengar kicauan burung. Dengan mengikuti kicauan tersebut, kucing itu menemukan burung dibawah gundukan kotoran sapi dan menggalinya serta memakannya.</p>
<p>Lesson 3:<br />
- Not everyone who drops shit on you is your enemy<br />
(tidak semua orang yang menjatuhkan/memberikan kesulitan -kotoran- kepadamu adalah musuhmu)<br />
- Not everyone who gets you out of shit is your friend<br />
(tidak semua orang yang mengeluarkan kamu dari kesulitan -kotoran- adalah temanmu)<br />
- And when you&#8217;re in deep shit, keep your mouth shut!!!<br />
(dan ketika kamu didalam kesulitan -kotoran-, tutup mulutmu dan bertahanlah!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.x-sun.web.id/2008/07/3-lessons/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nice Conversation</title>
		<link>http://www.x-sun.web.id/2008/07/nice-conversation/</link>
		<comments>http://www.x-sun.web.id/2008/07/nice-conversation/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 08:55:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x-sun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.x-sun.web.id/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[God : Hello. Did you call me? Me : Called you? No.. Who is this ? God : This is GOD. I heard your prayers. So I thought I will chat. Me : I do pray. Just makes me feel good. I am actually busy now. I am in the midst of something. God : ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>God : Hello. Did you call me?</p>
<p>Me  : Called you? No.. Who is this ?</p>
<p>God : This is GOD. I heard your prayers. So I thought I will chat.</p>
<p>Me  : I do pray. Just makes me feel good. I am actually busy now. I am in the<br />
midst of something.</p>
<p>God : What are you busy at? Ants are busy too.</p>
<p><span id="more-46"></span><br />
Me  : Don&#8217;t know. But I can&#8217;t find free time. Life has become hectic. It&#8217;s rush hour all the time.</p>
<p>God : Sure. Activity gets you busy. But productivity gets you results. Activity consumes time. Productivity frees it.</p>
<p>Me  : I understand. But I still can&#8217;t figure out. By the way, I was not expecting YOU to buzz me on instant messaging chat.</p>
<p>God : Well I wanted to resolve your problem! Fight for time, by giving you some clarity. In this net era, I wanted to reach you through the medium you are comfortable with.</p>
<p>Me  : Tell me, why has life become complicated now?</p>
<p>God : Stop analyzing life. Just live it. Analysis is what makes it complicated.</p>
<p>Me  : why are we then constantly unhappy?</p>
<p>God : Your today is the tomorrow that you worried about yesterday. You are worrying because you are analyzing. Worrying has become your habit. That&#8217;s why you are not happy.</p>
<p>Me  : But how can we not worry when there is so much uncertainty?</p>
<p>God : Uncertainty is inevitable, but worrying is optional.</p>
<p>Me  : But then, there is so much pain due to uncertainty. .</p>
<p>God : Pain is inevitable, but suffering is optional.</p>
<p>Me  : If suffering is optional, why do good people always suffer?</p>
<p>God : Diamond cannot be polished without friction. Gold cannot be purified without fire. Good people go through trials, but don&#8217;t suffer. With that experience their life become better not bitter.</p>
<p>Me  : You mean to say such experience is useful?</p>
<p>God : Yes. In every terms, Experience is a hard teacher . She gives the test first and the lessons afterwards.</p>
<p>Me  : But still, why should we go through such tests? Why can&#8217;t we be free from problems?</p>
<p>God : Problems are Purposeful Roadblocks</p>
<p>Me  : Frankly in the midst of so many problems, we don&#8217;t know where we are<br />
heading..</p>
<p>God : If you look outside you will not know where you are heading. Look inside. Looking outside, you dream. Looking inside, you awaken. Eyes provide sight. Heart provides insight.</p>
<p>Me  : Sometimes not succeeding fast seems to hurt more than moving in the right direction. What should I do?</p>
<p>God : Success is a measure as decided by others. Satisfaction is a measure as decided by you. Knowing the road ahead is more satisfying than knowing you rode ahead. You work with the compass. Let others work with the clock.</p>
<p>Me  : In tough times, how do you stay motivated?</p>
<p>God : Always look at how far you have come rather than how far you have to go. Always count your blessing, not what you are missing.</p>
<p>Me  : What surprises you about people?</p>
<p>God : when they suffer they ask, &#8220;why me?&#8221; When they prosper, they never ask &#8220;Why me&#8221; Everyone wishes to have truth on their side, but few want to be on the side of the truth.</p>
<p>Me  : Sometimes I ask, who am I, why am I here. I can&#8217;t get the answer.</p>
<p>God : Seek not to find who you are, but to determine who you want to be. Stop looking for a purpose as to why you are here. Create it. Life is not a process of discovery but a process of creation.</p>
<p>Me  : How can I get the best out of life?</p>
<p>God : Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear.</p>
<p>Me  : One last question. Sometimes I feel my prayers are not answered.</p>
<p>God : There are no unanswered prayers. At times the answer is NO.</p>
<p>Me  : Thank you for this wonderful chat.</p>
<p>God : Well. Keep the faith and drop the fear. Don&#8217;t believe your doubts and doubt your beliefs. Life is a mystery to solve not a problem to resolve. Trust me. Life is wonderful if you know how to live.</p>
<p>Life is not measured by the number of breaths we take but by the moments that took our breath away!&#8221; &#8212; John Morrison</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.x-sun.web.id/2008/07/nice-conversation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersama Kita Bisa Melewati Semuanya</title>
		<link>http://www.x-sun.web.id/2008/06/bersama-kita-bisa-melewati-semuanya/</link>
		<comments>http://www.x-sun.web.id/2008/06/bersama-kita-bisa-melewati-semuanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 14:31:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x-sun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.x-sun.uni.cc/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Dan Clark (Sebuah pengalaman hidup) Bob Butler kehilangan kedua kakinya karena ledakan ranjau saat perang Vietnam tahun 1965. Dia pulang sebagai seorang pahlawan perang. Dua puluh tahun kemudian, dia membuktikan bahwa heroisme itu datang dari dalam hati. Butler sedang bekerja di dalam garasi di sebuah kota kecil di Arizona pada suatu hari di musim ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Dan Clark</p>
<p>(Sebuah pengalaman hidup) </p>
<p>Bob Butler kehilangan kedua kakinya karena ledakan ranjau saat perang Vietnam tahun 1965. Dia pulang sebagai seorang pahlawan perang. Dua puluh tahun kemudian, dia membuktikan bahwa heroisme itu datang dari dalam hati. </p>
<p>Butler sedang bekerja di dalam garasi di sebuah kota kecil di Arizona pada suatu hari di musim panas. Saat itu dia mendengar teriakan histeris seorang wanita dari belakang rumah tetangganya. Dia mengayuh kursi rodanya ke rumah  itu dan menuju ke halaman belakang. Tetapi ada pagar terkunci yang tidak memungkinkan kursi roda itu lewat. Veteran itu kemudian turun dari kursi, melompati pagar dengan kedua tangannya dan merayap dengan secepatnya melewati semak dan rerumputan. </p>
<p><span id="more-45"></span><br />
“Saya harus segera sampai ke sana ,” katanya. “Tidak peduli apakah itu akan menyakitkan dan melukai tubuhku sendiri.” </p>
<p>Saat Butler sampai di belakang rumah, dia mengikuti teriakan itu sampai ke kolam renang, dimana ada seorang anak perempuan berumur tiga tahun yang tergeletak di dasar kolam. Anak itu lahir dengan tidak memiliki kedua lengan, jatuh ke kolam renang dan tidak bisa berenang. </p>
<p>Ibunya berdiri di tepi kolam sambil berteriak histeris. Butler segera menyelam ke dasar kolam renang dan membawa Stephanie keluar. Wajahnya telah kebiruan, tidak ada detak jantung dan tidak bernafas. </p>
<p>Butler segera memberi nafas buatan saat ibu Stephanie menelpon departemen pemadam kebakaran (911). Dia bilang semua petugas pemadam kebakaran sedang bertugas keluar, dan tidak ada petugas di kantor. Dengan tanpa harapan, dia menangis dan  memeluk bahu Butler . </p>
<p>Sambil meneruskan memberi nafas buatan, Butler menenangkan ibunya Stpehanie. “Jangan kuatir,” katanya. “Saya sudah menjadi tangannya untuk membawanya keluar dari kolam. Dia akan baik-baik saja. Sekarang saya sedang menjadi paru-parunya. Bersama kita akan bisa melewatinya.” </p>
<p>Dua menit kemudian gadis kecil itu batuk-batuk, siuman kembali dan mulai menangis. Ketika mereka berpelukan dan bersyukur, ibunya Stephanie bertanya bagaimana Butler bisa tahu bahwa semua akan bisa diatasi dengan baik. </p>
<p>“Saat kedua kaki saya meledak di perang Vietnam, saya seorang diri di tengah lapangan,” Butler bercerita. “Tidak ada seorang pun yang mau datang untuk menolong, kecuali seorang anak perempuan Vietnam. Dengan susah payah dia menyeret tubuh saya ke desa, dan dia berbisik dengan bahasa Inggrisnya yang terpatah-patah, ‘Semuanya OK. Kamu bisa hidup. Saya menjadi kakimu. Bersama kita bisa melewati semuanya.’ ” </p>
<p>“Sekarang ini giliran saya,” kata Butler kepada ibunya Stephanie, “Untuk membalas semua yang sudah saya terima.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.x-sun.web.id/2008/06/bersama-kita-bisa-melewati-semuanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bank Waktu</title>
		<link>http://www.x-sun.web.id/2008/04/bank-waktu/</link>
		<comments>http://www.x-sun.web.id/2008/04/bank-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 13:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x-sun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.x-sun.uni.cc/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan jika sebuah bank memberikan anda uang sebesar $ 86.400 setiap hari. Dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap sore uang yang tersisa akan dihapuskan dari account jika anda gagal untuk menggunakannya sepanjang hari. Apa yang akan anda lakukan ? Tentunya akan menggunakan uang tersebut setiap sen yang ada. Kita semua memiliki bank ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bayangkan jika sebuah bank memberikan anda uang sebesar $ 86.400 setiap hari. Dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap sore uang yang tersisa akan dihapuskan dari account jika anda gagal untuk menggunakannya sepanjang hari. Apa yang akan anda lakukan ? Tentunya akan menggunakan uang tersebut setiap sen yang ada.</p>
<p><span id="more-42"></span><br />
Kita semua memiliki bank seperti itu. Namanya WAKTU. Setiap pagi, anda diberikan waktu 86.400 detik Setiap malam akan dicatat, sebagai kehilangan, jika anda gagal untuk menginvestasikan dengan tujuan baik. Jumlah tersebut tidak akan dipindah-bukukan untuk keesokan harinya, juga tidak dapat dilakukan penarikan lebih dari jumlah yang telah ditentukan. Setiap hari akan dibuka sebuah account baru untuk anda, dan setiap malam account tersebut akan dihapuskan. Jika anda gagal untuk menggunakan simpanan pada hari itu, anda akan kehilangan. Hal ini tidak akan pernah kembali. Tidak akan pernah ada penarikan untuk hari esok. Anda harus hidup pada saat ini, untuk simpanan hari ini Investasikan hal ini untuk memperoleh dari investasi tersebut kesehatan, kebahagiaan dan keberhasilan yang sepenuh-penuhnya. </p>
<p>Untuk menyadari nilai SATU TAHUN, tanyakan pada seorang pelajar yang gagal naik tingkat Untuk menyadari nilai SATU BULAN, tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan seorang bayi prematur. Untuk menyadari nilai SATU MINGGU, tanyakan pada editor dari majalah mingguan. Untuk menyadari nilai SATU JAM, tanyakan seorang kekasih yang menanti untuk bertemu. Untuk menyadari nilai SATU MENIT, tanyakan seorang yang ketinggalan kereta api</p>
<p>Untuk menyadari nilai SATU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja terhindar dari kecelakan. Untuk menyadari nilai SEPERSERIBU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja memperoleh medali perak dalam Olympiade. </p>
<p>Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan hargailah waktu itu lebih lagi, karena anda membagikannya dengan seseorang yang khusus, cukup khusus untuk membuang waktu anda. Dan ingatlah bahwa waktu tidak akan menunggu seseorang pun. Kemarin adalah sejarah. Hari esok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah suatu hadiah. Itulah yang disebut dengan berkat. Waktu terus berjalan. Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.x-sun.web.id/2008/04/bank-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

